Ayna - Perwira Learning Center

Foto Profil Ayna

Hiii, Aku Aynaaa! 👋

This is a cruel world. And yet...so beautiful....

Teknik Mengatur Upload dan Download Secara Terpisah Menggunakan Queue Tree MikroTik - Perwira learning Center


Latar Belakang  

Dalam pengelolaan jaringan, kecepatan upload dan download sering kali memiliki peran yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna. Aktivitas seperti streaming, browsing, dan mengunduh file lebih banyak menggunakan bandwidth download, sedangkan pengiriman file, video conference, atau backup data membutuhkan upload yang stabil. Jika kedua arah trafik ini tidak diatur secara terpisah, ketidakseimbangan penggunaan dapat terjadi dan menyebabkan penurunan kualitas koneksi. Oleh karena itu, diperlukan teknik manajemen bandwidth yang mampu membedakan serta mengontrol trafik upload dan download secara terstruktur.

Pada perangkat MikroTik, fitur Queue Tree memungkinkan administrator jaringan untuk mengatur bandwidth berdasarkan arah trafik dengan memanfaatkan sistem parent dan packet mark. Dengan pemisahan ini, batas kecepatan upload dan download dapat ditentukan secara berbeda sesuai kebutuhan jaringan. Melalui teknik tersebut, pengelolaan bandwidth menjadi lebih fleksibel, terkontrol, dan mampu menjaga stabilitas koneksi bagi seluruh pengguna.

Daftar Tools

Perangkat Lunak: Blogger, Winbox64
Perangkat Keras: Laptop, Router MikroTik, 1 Kabel LAN, dan 1 Adapter USB LAN

PEMBAHASAN 

Dalam manajemen bandwidth, upload dan download memiliki arah trafik yang berbeda. Jika hanya dikontrol satu arah saja, maka pembagian bandwidth bisa tidak seimbang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemisahan kontrol upload dan download agar pengaturan lebih akurat.

Pada MikroTik RouterOS, Queue Tree memungkinkan administrator jaringan mengatur bandwidth berdasarkan arah trafik menggunakan parent interface yang berbeda.

Topologi Praktik

- ether1 → Internet (WAN)
- ether2 → LAN
- IP Router: 192.168.8.1/28
- Client prioritas: 192.168.8.14

Contoh Studi Kasus
Misalnya: Total Download: 20 Mbps
           Total Upload: 10 Mbps
             IP 192.168.8.14 dapat prioritas

Berikut Langkah-Langkah mengatur upload dan download secara terpisah 

1. Membuat rule Mangle di Firewall untuk Mark Connection 

tab General : Chain Forward
Src. Address : 0.0.0.0/0 (semua alamat IP tanpa batasan).
In. Interface : eth 1
tab Action : Mark connection
New Connection Mark : conn-download
Passthrough : Yes

COPY

tab General : Chain Forward
In. Interface : eth 2 (klien)
tab Action : Mark connection
New Connection Mark : conn-upload
Passthrough : Yes

2. Buat Rule untuk mark packet

tab General : Chain Forward
Connection Mark : conn-download
tab Action : Mark Packet
New Packet Mark : conn-download
Passthrough : No

COPY

tab General : Chain Forward
Connection Mark : conn-upload
tab Action : Mark Packet
New Packet Mark : conn-upload
Passthrough : No

3. Ke menu Queue, lalu ke tab Queue Tree

tab General : name Total Upload
Parent : Eth 1
Max Limit : 10M

Buat Parameter Baru 

tab General : name client-upload.
Parent (di dragdown, pilih yang udah kita buat tadi) Total Upload.
Packet Marks : (dragdown juga, pilih yang sesuai yang kita buat di mangle) Packet Upload.
Priority : 1 
Max Limit : 5M

4. Buat parameter baru lagi 

tab General : name Total Download
Parent : Eth 2
Max Limit : 20M
COPY 

tab General : name client-download.
Parent (di dragdown, pilih yang udah kita buat tadi) Total Download.
Packet Marks : (dragdown juga, pilih yang sesuai yang kita buat di mangle) Packet Download.
Priority : 1 
Max Limit : 10M

Setelah itu, kita coba Speedtest 

Hasil Pembelajaran 

Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, dapat dipahami bahwa Queue Tree pada MikroTik RouterOS bekerja menggunakan sistem hierarki (HTB) yang membagi bandwidth melalui struktur parent dan child. Parent menentukan total bandwidth pada suatu interface, sedangkan child membaginya berdasarkan packet mark yang dibuat melalui mangle. Proses penandaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu connection mark dan packet mark, agar trafik dapat dikenali dengan akurat sebelum diproses oleh Queue Tree. Selain itu, arah trafik harus diperhatikan, di mana download dikontrol melalui interface LAN (ether2) dan upload melalui interface WAN (ether1).

Melalui pengujian menggunakan satu laptop, terbukti bahwa pembatasan bandwidth berjalan sesuai konfigurasi, ditandai dengan perubahan nilai rate pada Queue Tree saat dilakukan speedtest atau aktivitas upload dan download. Penggunaan parameter seperti max-limit, limit-at, dan priority memungkinkan pembagian bandwidth secara adil dan terstruktur. Dengan memahami konsep ini, administrator jaringan dapat mengontrol penggunaan internet secara lebih profesional, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna dalam jaringan.

Kesimpulan 

Berdasarkan pembahasan dan praktik yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Queue Tree pada MikroTik RouterOS merupakan metode manajemen bandwidth yang efektif karena menggunakan sistem hierarki (HTB) untuk membagi bandwidth secara terstruktur. Dengan bantuan mangle sebagai penanda koneksi dan paket, Queue Tree mampu mengatur trafik berdasarkan prioritas, jenis pengguna, maupun arah trafik (upload dan download).

Penerapan yang tepat, seperti menentukan parent interface sesuai arah trafik serta mengatur parameter max-limit, limit-at, dan priority, memungkinkan pembagian bandwidth menjadi lebih adil dan terkontrol. Dengan demikian, Queue Tree sangat cocok digunakan untuk meningkatkan kualitas dan stabilitas jaringan, baik pada skala kecil maupun besar.

Daftar Pustaka

www.nafaz.my.id. (2021, September). Cara memisahkan trafik download dan upload client MikroTik menggunakan Queue Tree. https://www.nafaz.my.id/2021/09/Cara-Memisahkan-Trafik-Download-Dan-Upload-Client-MikroTik-Menggunakan-Queue-Tree.html

www.neicytekno.net. (2021, January). Cara memisahkan trafik download dan upload client MikroTik (Queue Tree). https://www.neicytekno.net/2021/01/cara-memisahkan-trafik-download-dan-upload-client-mikrotik-queue-tree.html