PEMBAHASAN
Dalam manajemen bandwidth, upload dan download memiliki arah trafik yang berbeda. Jika hanya dikontrol satu arah saja, maka pembagian bandwidth bisa tidak seimbang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemisahan kontrol upload dan download agar pengaturan lebih akurat.
Pada MikroTik RouterOS, Queue Tree memungkinkan administrator jaringan mengatur bandwidth berdasarkan arah trafik menggunakan parent interface yang berbeda.
Topologi Praktik
- ether1 → Internet (WAN)
- ether2 → LAN
- IP Router: 192.168.8.1/28
- Client prioritas: 192.168.8.14
Contoh Studi Kasus
Misalnya: Total Download: 20 Mbps
Total Upload: 10 Mbps
IP 192.168.8.14 dapat prioritas
Berikut Langkah-Langkah mengatur upload dan download secara terpisah
1. Membuat rule Mangle di Firewall untuk Mark Connection
tab General : Chain Forward
Src. Address : 0.0.0.0/0 (semua alamat IP tanpa batasan).
In. Interface : eth 1
tab Action : Mark connection
New Connection Mark : conn-download
Passthrough : Yes
COPY
tab General : Chain Forward
In. Interface : eth 2 (klien)
tab Action : Mark connection
New Connection Mark : conn-upload
Passthrough : Yes
2. Buat Rule untuk mark packet
tab General : Chain Forward
Connection Mark : conn-download
tab Action : Mark Packet
New Packet Mark : conn-download
Passthrough : No
COPY
tab General : Chain Forward
Connection Mark : conn-upload
tab Action : Mark Packet
New Packet Mark : conn-upload
Passthrough : No
3. Ke menu Queue, lalu ke tab Queue Tree
tab General : name Total Upload
Parent : Eth 1
Max Limit : 10M
Buat Parameter Baru
tab General : name client-upload.
Parent (di dragdown, pilih yang udah kita buat tadi) Total Upload.
Packet Marks : (dragdown juga, pilih yang sesuai yang kita buat di mangle) Packet Upload.
Priority : 1
Max Limit : 5M
4. Buat parameter baru lagi
tab General : name Total Download
Parent : Eth 2
Max Limit : 20M
COPY
tab General : name client-download.
Parent (di dragdown, pilih yang udah kita buat tadi) Total Download.
Packet Marks : (dragdown juga, pilih yang sesuai yang kita buat di mangle) Packet Download.
Priority : 1
Max Limit : 10M
Setelah itu, kita coba Speedtest
Hasil Pembelajaran
Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, dapat dipahami bahwa Queue Tree pada MikroTik RouterOS bekerja menggunakan sistem hierarki (HTB) yang membagi bandwidth melalui struktur parent dan child. Parent menentukan total bandwidth pada suatu interface, sedangkan child membaginya berdasarkan packet mark yang dibuat melalui mangle. Proses penandaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu connection mark dan packet mark, agar trafik dapat dikenali dengan akurat sebelum diproses oleh Queue Tree. Selain itu, arah trafik harus diperhatikan, di mana download dikontrol melalui interface LAN (ether2) dan upload melalui interface WAN (ether1).
Melalui pengujian menggunakan satu laptop, terbukti bahwa pembatasan bandwidth berjalan sesuai konfigurasi, ditandai dengan perubahan nilai rate pada Queue Tree saat dilakukan speedtest atau aktivitas upload dan download. Penggunaan parameter seperti max-limit, limit-at, dan priority memungkinkan pembagian bandwidth secara adil dan terstruktur. Dengan memahami konsep ini, administrator jaringan dapat mengontrol penggunaan internet secara lebih profesional, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna dalam jaringan.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan praktik yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Queue Tree pada MikroTik RouterOS merupakan metode manajemen bandwidth yang efektif karena menggunakan sistem hierarki (HTB) untuk membagi bandwidth secara terstruktur. Dengan bantuan mangle sebagai penanda koneksi dan paket, Queue Tree mampu mengatur trafik berdasarkan prioritas, jenis pengguna, maupun arah trafik (upload dan download).
Penerapan yang tepat, seperti menentukan parent interface sesuai arah trafik serta mengatur parameter max-limit, limit-at, dan priority, memungkinkan pembagian bandwidth menjadi lebih adil dan terkontrol. Dengan demikian, Queue Tree sangat cocok digunakan untuk meningkatkan kualitas dan stabilitas jaringan, baik pada skala kecil maupun besar.
Daftar Pustaka