Ayna - Perwira Learning Center

Foto Profil Ayna

Hiii, Aku Aynaaa! 👋

This is a cruel world. And yet...so beautiful....

Tahapan Kerja Alat Splicing Fiber Optic pada Jaringan Optik - Perwira Learning Center

 


Latar Belakang 

Artikel ini membahas cara kerja alat splicing fiber optic dalam menyambung serat optik. Ini adalah bagian penting dalam instalasi dan pemeliharaan jaringan fiber optic. Alat splicing fiber optic berfungsi untuk menyatukan dua ujung serat optik melalui proses penyelarasan dan peleburan. Tujuannya adalah agar sinyal cahaya dapat diteruskan dengan baik. Proses splicing yang dilakukan dengan tepat akan menghasilkan sambungan dengan redaman rendah, kekuatan mekanis baik, serta kualitas transmisi data stabil. Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara kerja alat splicing fiber optic sangat penting, khususnya bagi teknisi jaringan dan peserta didik di bidang telekomunikasi.

Dalam praktiknya, proses splicing fiber optic tidak hanya melibatkan penyambungan fisik. Ini juga mencakup beberapa tahapan teknis seperti persiapan serat optik, proses alignment dan fusion, serta perlindungan sambungan menggunakan heat shrink. Kesalahan pada salah satu tahapan dapat mengakibatkan penurunan kualitas sinyal dan gangguan pada jaringan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan cara kerja alat splicing fiber optic secara sistematis dan mudah dipahami. Pembahasan dimulai dari prinsip dasar penyambungan hingga faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan splicing. Melalui ini, diharapkan pembaca dapat memahami peran alat splicing fiber optic dalam menjaga kualitas, keandalan, dan kestabilan jaringan fiber optic, terutama pada jaringan FTTH dan sistem komunikasi berbasis serat optik. 

Daftar Tools 

Perangkat Lunak : Blogger
Perangkat Keras : Laptop   
 
1. Prinsip Dasar Penyambungan Fiber Optic 
 
Pengertian Splicing Fiber Optic 
Pengertian Splicing sendiri adalah metode yang digunakan untuk menghubungkan kabel fiber satu sama lain dengan memanfaatkan alat yang menggunakan panas, alat itu disebut dengan Fusion Splicer.
 
Tujuan Utama Splicing 
Tujuannya adalah menghubungkan dua ujung kabel yang berbeda dan menggabungkan dua serat secara bersamaan sehingga sinar yang melewati kedua kabel yang digabungkan tidak tersebar atau dipantulkan ke berbagai arah. Proses ini dapat memengaruhi kecepatan koneksi, sehingga splicing harus dilakukan dengan presisi dan dengan redaman serat yang optimal.
 
Perbedaan Splicing dengan Konektor 
Splicing
dan konektor adalah metode penyambungan serat optik dengan perbedaan utama pada sifat sambungan dan performa. Splicing adalah penyambungan permanen (fusi) yang menawarkan redaman (loss) sangat rendah, ideal untuk jarak jauh atau tulang punggung jaringan. Sementara itu, konektor adalah sambungan semi-permanen yang dapat dilepas-pasang, cocok untuk fleksibilitas di patch panel atau perangkat.  
 
Alasan Mengapa Splicing Harus Presisi
Dalam dunia serat optik,
splicing harus presisi karena inti serat optik sangat halus (seukuran rambut manusia), dan penyimpangan sekecil apa pun akan berdampak langsung pada performa jaringan. Berikut ini adalah alasan utamanya : 
 
1.  Meminimalkan Redaman (Loss): Presisi tinggi memastikan penyelarasan inti (core) yang sempurna. Ketidaktepatan posisi dapat menyebabkan lonjakan nilai redaman (di atas 0.05 dB), yang melemahkan sinyal cahaya saat melewati sambungan.
 
2.  Mencegah Pantulan Balik (Back Reflection): Sambungan yang tidak rapat atau miring dapat menyebabkan cahaya memantul kembali ke sumbernya, yang berisiko merusak perangkat laser dan mengganggu stabilitas transmisi.
 
3. Menjamin Kecepatan Transmisi: Sinyal yang lemah akibat splicing yang buruk memaksa sistem bekerja lebih keras untuk mendeteksi data, yang sering kali berujung pada penurunan kecepatan internet atau terjadinya bit error.
 
4.  Ketahanan Jangka Panjang: Metode Fusion Splicing yang presisi menghasilkan sambungan yang melebur secara permanen dan lebih tahan terhadap tekanan fisik maupun lingkungan dibandingkan metode mekanik.
 
5.  Integritas Struktur: Pemotongan (cleaving) yang tidak presisi sebelum penyambungan dapat menciptakan retakan mikro yang seiring waktu akan memicu kegagalan total pada kabel
 
 2. Tahapan umum proses splicing 
 
 
Proses
splicing serat optik (fiber optic) adalah teknik menyambungkan dua ujung kabel serat optik secara permanen menggunakan panas (fusion splicing) atau metode mekanis (mechanical splicing). Berikut adalah tahapan umum proses splicing, mulai dari persiapan hingga penyelesaian.
 
1. Persiapan Kabel (Cable Preparation)
  • Pengupasan Kabel (Stripping Outer Jacket): Kupas lapisan luar (jacket) kabel serat optik menggunakan stripper untuk mengakses buffer tube dan fiber core di dalamnya.
  • Pembersihan Buffer/Coating: Bersihkan lapisan pelindung (acrylate coating) menggunakan fiber stripper (miller pliers) hingga tersisa serat kaca telanjang (bare fiber).
  • Pembersihan Serat: Bersihkan bare fiber menggunakan tisu bebas serat (lint-free wipes) yang dibasahi alkohol kadar 99% (isopropyl alcohol) untuk menghilangkan sisa pelapis atau kotoran.
 2. Pemasangan Pelindung Sambungan (Sleeve Protection)
  • Memasukkan Protection Sleeve: Sebelum serat dipotong dan disambung, masukkan heat shrink protection sleeve (selongsong pelindung sambungan) ke salah satu ujung serat. Hal ini krusial karena sleeve tidak bisa dipasang setelah penyambungan.
3. Pemotongan Serat (Cleaving)
  • Pemotongan dengan Cleaver: Potong ujung serat kaca menggunakan alat fiber cleaver. Hasil potongan harus rata dan tegak lurus (90 derajat) terhadap sumbu serat. Cleaver yang baik sangat penting untuk meminimalkan loss (redaman).
  • Pengecekan: Pastikan ujung serat bersih dan rata. Jangan menyentuh ujung serat setelah dibersihkan dan dipotong.

4. Penyambungan (Fusion Splicing Process)
  • Penempatan Serat (Placement): Tempatkan kedua ujung serat yang sudah dipotong ke dalam alur-V (V-groove) pada fusion splicer. Posisikan ujung serat di antara dua elektroda dan dekat dengan lensa kamera, namun tidak saling bersentuhan.
  • Penyambungan Fusi (Welding): Tutup penutup splicer dan tekan tombol set/splice. Mesin akan menyelaraskan serat secara otomatis (alignment) dan meleburkan ujung serat menggunakan busur listrik (las listrik).
  • Evaluasi Hasil: Mesin akan menampilkan estimasi nilai loss (dalam dB) dan gambar hasil sambungan pada layar. Jika hasil sambungan melengkung atau tebal, splicing harus diulangi.
Perlindungan Sambungan (Sleeve Heating)
  • Pemanasan Protection Sleeve: Geser sleeve protection yang telah dipasang tadi ke posisi tengah-tengah titik sambungan.
  • Heater: Tempatkan serat ke dalam oven pemanas (heater) pada mesin splicer. Pemanasan akan menyusutkan sleeve sehingga melindungi sambungan kaca yang rapuh.
6. Finishing
  • Penyimpanan: Setelah sleeve dingin, tempatkan sambungan serat ke dalam joint closure atau tray (kotak sambungan) agar aman dan tidak mudah patah.
3. Proses alignment dan fusion sebagai inti kerja alat splicing fiber optic.
 
Dalam dunia fiber optik, alat penyambung kabel atau Fusion Splicer bekerja dengan presisi tingkat tinggi. Inti dari proses ini adalah menyambungkan dua inti serat kaca (core) yang ukurannya hanya sekitar 9 mikron (lebih tipis dari helai rambut) agar cahaya bisa lewat tanpa hambatan.
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai dua proses inti tersebut: Alignment (Penjajaran) dan Fusion (Peleburan) : 
 
1. Proses Alignment (Penyelarasan Core/Cladding)
Tujuan utama alignment adalah memastikan ujung inti kaca dari kedua serat bertemu tepat satu sama lain agar cahaya tidak tersebar atau hilang.
  • Core Alignment (Penyelarasan Inti): Teknik ini menggunakan teknologi PAS (Profile Alignment System) dengan kamera untuk melihat core secara langsung. Alat akan mengatur posisi serat secara aktif (sumbu X, Y, dan Z) untuk mensejajarkan inti serat dengan presisi tinggi.
  • Cladding Alignment (Penyelarasan Selubung): Teknik ini mensejajarkan lapisan luar (cladding) serat, dengan asumsi core berada tepat di tengah. Meskipun kurang presisi dibandingkan core alignment, metode ini efisien untuk penyambungan umum.
  • Sistem Otomatis: Setelah serat diletakkan di v-groove, motor splicer secara otomatis menggerakkan serat agar sejajar sebelum proses peleburan.
 2. Proses Fusion (Peleburan dengan Busur Listrik)
Setelah posisi benar-benar sejajar, proses penyambungan fusi dilakukan.
  • Peleburan (Arcing): Elektroda pada splicer menghasilkan busur listrik (panas) yang melelehkan kedua ujung serat kaca.
  • Penyatuan (Joining): Saat kaca dalam keadaan cair, alat mendorong kedua ujung serat bersama-sama untuk menyatukannya menjadi satu kesatuan yang kontinu.
  • Pemeriksaan Akhir: Splicer secara otomatis memeriksa hasil sambungan (estimasi loss dalam dB) untuk memastikan kualitasnya sebelum dipindahkan ke pemanas (heater) untuk pemasangan sleeve protector.
Perlindungan sambungan menggunakan heat shrink setelah proses splicing.
 
Pelindung sambungan menggunakan
heat shrink (lebih tepatnya disebut Fiber Optic Splice Protection Sleeve) adalah tahapan krusial setelah proses fusion splicing kabel fiber optik. Komponen ini berfungsi untuk memberikan perlindungan mekanis dan lingkungan pada titik sambungan yang sangat rapuh.
Berikut adalah detail mengenai penggunaan pelindung sambungan heat shrink:
1. Fungsi Utama Protection Sleeve (Heat Shrink)
  • Perlindungan Mekanis: Memberikan kekuatan ekstra pada titik sambungan inti (core) agar tidak mudah patah saat ditangani, ditarik, atau ditekuk.
  • Perlindungan Lingkungan: Melindungi sambungan dari debu, kelembapan, dan zat kontaminasi lainnya yang dapat menurunkan kualitas transmisi sinyal.
  • Isolasi: Mencegah kerusakan akibat faktor lingkungan luar.

2. Struktur Protection Sleeve
Heat shrink untuk fiber optik terdiri dari tiga komponen utama:
  • Outer Heat Shrinkable Tube: Tabung luar yang menyusut saat dipanaskan (material cross-linked polyolefin).
  • Inner Hot Melt Adhesive: Lem khusus di dalam yang mencair saat dipanaskan, menciptakan lapisan kedap air (moisture-proof seal).
  • Reinforcement Rod: Batang baja tahan karat (stainless steel) atau keramik yang kaku untuk memberikan kekuatan struktur.
3. Prosedur Penggunaan
  1. Masukkan Sebelum Splicing: Selongsong (sleeve) wajib dimasukkan ke salah satu ujung kabel sebelum proses stripping dan splicing dilakukan.
  2. Posisi Sambungan: Setelah splicing selesai, geser sleeve tepat di tengah-tengah titik sambungan fiber.
  3. Pemanasan: Masukkan sleeve ke dalam pemanas fusion splicer (heater).
  4. Menyusut: Panaskan selama kurang lebih 15-20 detik hingga sleeve menyusut dan lem hot melt mencair sempurna.
  5. Pendinginan: Biarkan dingin sejenak sebelum dipasang pada splice tray.
4. Jenis-jenis Pelindung
  • Ukuran Kecil (Kecil/Standard): Umumnya digunakan untuk sambungan core (diameter 2.7mm, panjang 40mm/60mm).
  • Ukuran Besar (Besar/Dropcore): Digunakan untuk kabel dropcore dan memiliki 2 kawat pengaman (diameter 4mm)
 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan splicing fiber optic.
Keberhasilan penyambungan (splicing) serat optik, khususnya menggunakan metode fusion splicing, sangat bergantung pada presisi teknis, kebersihan, dan kondisi lingkungan. Hasil splicing yang baik ditandai dengan redaman (loss) yang minimal (di bawah 0,03 dB 
 
Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi, diantaranya ;
 
1. Kebersihan Serat Optik (Kotoran/Kontaminasi)
  • Penyebab Utama: Debu, minyak dari tangan, atau sisa pelapis (coating) yang tertinggal pada ujung core akan menciptakan redaman tinggi atau menyebabkan kegagalan fusi.
  • Solusi: Serat harus dibersihkan menggunakan alkohol berkadar di atas 90% dan tisu khusus (lint-free wipes).
2. Kualitas Pemotongan Serat (Cleaving)
  • Faktor Teknis: Ujung serat optik harus dipotong rata (tegak lurus 90 derajat) menggunakan cleaver yang tajam dan presisi.
  • Dampak: Potongan yang miring, retak, atau tidak rata akan menyebabkan celah udara pada sambungan, yang meningkatkan loss dan pantulan sinyal.
3. Penjajaran Serat (Core Alignment)
  • Teknis: Dua ujung serat harus disejajarkan secara presisi sebelum melebur (fusion). Fusion splicer modern biasanya memiliki fitur core-to-core alignment yang menyelaraskan inti serat secara otomatis, namun posisi awal yang dipasang oleh teknisi tetap krusial.
  • Ketidaksejajaran: Cladding yang tidak sejajar atau inti yang tidak lurus akan menghambat transmisi cahaya.
4. Parameter Mesin Fusion Splicer (Setting Arc)
  • Intensitas Arus: Daya listrik yang digunakan untuk meleburkan ujung serat harus sesuai. Terlalu panas dapat merusak serat, sedangkan kurang panas akan membuat sambungan tidak menyatu sempurna.
  • Kalibrasi: Mesin harus dikalibrasi secara berkala, terutama jika terjadi perubahan suhu lingkungan atau lokasi yang ekstrem.
5. Kondisi Lingkungan
  • Debu dan Kelembaban: Splicing harus dilakukan di lingkungan yang bersih dan kering. Angin kencang atau debu yang masuk ke mesin splicer dapat mengganggu proses fusi.
6. Faktor Manusia (Keahlian Teknisi)
  • Pengupasan & Penanganan: Teknisi harus terampil dalam mengupas coating tanpa menggores cladding dan menangani serat dengan hati-hati.
  • Proteksi: Pemasangan protection sleeve (heater) setelah splicing sangat penting untuk memperkuat titik sambungan agar tidak patah.
Hasil Pembelajaran yang didapatkan 
 
Setelah mempelajari materi Alat Splicing Fiber Optic, proses splicing adalah bagian dari penyambungan serat optik yang memerlukan tingkat ketelitian dan presisi yang tinggi. Selain itu, saya juga mempelajari pedoman dasar dari proses splicing, perbedaan antara metode splicing dan metode konektor, dan juga mengapa penyambungan harus dilakukan secara presisi untuk mengurangi/ meminimalkan redaman dan menjaga kualitas transmisi sinyal.
 
 Selain itu, saya juga mempelajari peran alat splicing fiber optic. Alat splicing fiber optic ini merupakan komponen utama yang paling berperan dalam menjaga performa dari suatu jaringan fiber optic. Selain itu, saya juga mempelajari proses dari tahapan serat, alignment dan fusion, serta perluasan sambungan menggunakan shrink. Saya mengerti, bahwa bagian dari keberhasilan proses splicing adalah ditentukan oleh kebersihan serat, kualitas dari proses pemotongan, settingan mesin splicer, kondisi lingkungan, serta skill dari teknisi splicing. Dengan mempelajari materi ini, saya mendapatkan informasi yang betul-betul jelas berhubungan dengan pemasangan dan pemeliharaan jaringan fiber optik, terutama jaringan FTTH.

Kesimpulan 
 
Alat splicing fiber optic memiliki peran yang sangat penting dalam menyambung serat optik agar sinyal cahaya dapat diteruskan dengan baik dan stabil. Proses splicing tidak hanya melibatkan penyambungan fisik, tetapi juga mencakup tahapan teknis seperti alignment, fusion, dan perlindungan sambungan menggunakan heat shrink. Setiap tahapan harus dilakukan dengan presisi untuk menghasilkan sambungan dengan redaman rendah dan kekuatan yang baik.

Dengan memahami cara kerja alat splicing fiber optic serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, proses penyambungan serat optik dapat dilakukan secara lebih efektif dan sesuai standar. Pemahaman ini menjadi bekal penting bagi siswa maupun teknisi jaringan dalam mendukung keandalan dan kestabilan jaringan fiber optic di berbagai lingkungan penggunaan.

Daftar Pustaka 

YouTube. (202?). Panduan lengkap: Splicing kabel fiber optic [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=oBGCq3yqiuQ

SAMM Teknoloji. (2021, April 17). Steps of fusion splicing fiber optic cables. Telecom Samm. https://telecom-samm-com.translate.goog/steps-of-fusion-splicing-fiber-optic-cables?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

Genuine Modules. (2025). What is the difference between splicing and connectors? GenuineModules.com. https://www.genuinemodules.com/what-is-the-difference-between-splicing-and-connectors_a3248

Peta Network. (2022, Januari 6). Pengertian splicing, dan cara menjaga kualitas splicing. Peta Network. https://www.peta-network.com/pengertian-splicing/