Ayna - Perwira Learning Center

Foto Profil Ayna

Hiii, Aku Aynaaa! 👋

This is a cruel world. And yet...so beautiful....

Rasio Redaman: Cara Hitung dan Penerapannya - Perwira Learning Center


Latar Belakang  

Dalam jaringan fiber optik, khususnya FTTH, redaman merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas dan kestabilan sinyal. Setiap komponen seperti kabel, sambungan, konektor, dan splitter memiliki nilai redaman yang harus diperhitungkan agar daya yang diterima pelanggan tetap sesuai standar.

Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan pengertian rasio redaman, dan penjelasan tentang berbagai jenis rasio, SFP,  dan juga contoh pembagiannya. 

Daftar Tools 

Perangkat Lunak : Blogger 
Perangkat Keras : Laptop 
 
Apa itu Redaman?  
 
Redaman adalah hilangnya daya sinyal optik selama perjalanan dalam serat optik. Sinyal yang awalnya kuat di ujung transmitter akan melemah ketika sampai pada receiver akibat berbagai faktor fisik dan material. Satuan utama yang digunakan untuk mengukur redaman (atenuasi) dalam sistem komunikasi serat optik dan jaringan adalah Desibel (dB). Redaman (attenuation) dalam FTTH (Fiber to the Home) sangat penting karena secara langsung menentukan kualitas, stabilitas, dan kecepatan layanan internet yang diterima pelanggan.
 
Apa itu Splitter Ratio?
 
Fiber Optik splitter adalah suatu komponen optik pasif yang dapat membagi sinar yang datang menjadi dua atau lebih sinar atau sebaliknya. Perangkat berisi banyak input maupun output. 
 
Standar Splitter Ratio 
Berikut adalah nilai redaman (insertion loss) yang umumnya terjadi pada masing-masing rasio:
  • 1:2 : -4 dB
  • 1:4 : -8 dB
  • 1:8 : -10 dB 
  • 1:16 : -14 dB 
 Apa itu SFP?
 
SFP adalah singkatan dari Small Form-factor Pluggable. Ini adalah transceiver yang dapat dipasang dan dilepas saat perangkat beroperasi (hot-pluggable) yang dipasang ke port SFP pada perangkat jaringan seperti router, switch, dll.
 
Jenis-Jenis SFP 
 
SFP tidak hanya memiliki satu jenis saja. Dalam praktiknya, ada beberapa tipe SFP yang digunakan sesuai kebutuhan jaringan, terutama berdasarkan jarak transmisi dan kapasitas daya optik yang dihasilkan. Berikut ini adalah beberapa jenis SFP berdasarkan kemampuan jaraknya:

  • SFP +1 dBm → Digunakan untuk jarak sangat dekat (short range) dengan daya pancar rendah. 
  •  SFP +3 dBm → Cocok untuk jaringan jarak pendek hingga menengah.
  • SFP +5 dBm → Digunakan untuk jarak menengah dengan kebutuhan daya lebih besar
  •  SFP +7 dBm → Cocok untuk jaringan jarak lebih jauh dengan redaman cukup besar
  •  SFP +9 dBm → Digunakan untuk jarak jauh karena memiliki daya pancar paling tinggi.
  •  

Contoh Sederhana
 
Jadi, karena kemarin saya diberi tugas tentang membuat skema FTTH dengan ketentuan jumlah ODP disesuaikan dengan tanggal lahir. Disini diperbolehkan untuk memilih SFP dan Splitter Ratio nya bebas, asal redamannya nanti ada dalam range -13dB sampai -24dB. Untuk Splitter ratio nya bebas, boleh menggunakan 1/2 jenis. 
 
Langsung saja ke contohnya, tanggal lahir saya itu 15, jadi saya harus membuat 15 ODP. Saya disini menggunakan 1 SFP, yaitu SFP +5, Splitter 1:4, dan 1:2. Begini lah skema tugas yang saya buat.
 
 
di OLT, saya membagi dengan splitter 1:4, jadi;
 
SFP +5 + (-8) = -3 (SFP + redaman Splitter).
 
Lalu setelah dibagi 1:4, saya bagi lagi menjadi 4, jadi;
 
-3 - (-8) = -11 (hasil dari penjumlahan yang kita dapatkan pertama  di kurangi dengan redaman Splitter). 
 
Kotak -11 itu adalah ODP, Optical Distribution Point (ODP) adalah titik pembagian kabel fiber optik dari jaringan distribusi ke pelanggan. Biasanya ODP ada di tiang atau dinding, dan di dalamnya terdapat splitter untuk membagi sinyal ke beberapa pelanggan.
 
Jadi, cara itu diulang saja sampai ODP nya itu berjumlah 12 (4 ODP dikalikan dengan 3 ODC = 12 ODP). Kemudian, di ODC terakhir, saya split lagi menjadi 1:2, yang 1 menjadi ODP dan satunya menjadi ODC lagi. Kenapa menjadi ODC lagi? itu karena splitter ratio itu selalu menghasilkan genap, bukan ganjil. 
 
Di-ODC terakhir itu saya split jadi 1:2 lagi untuk memenuhi jumlah ODP yang saya targetkan, Jadi jumlah akhir ODP yaitu 15. Sesuai dengan target yang sudah ditujukan. Dengan masing-masing redaman dari customer yang kita punya yaitu;

1. -11 + (-8) = -19 (hasil -11 itu dari -3 + (-8). didapatkan dari splitter 1:2)
2. -7 + (-8) = -15 (hasil -7 itu dari -3 + (-4). didapatkan dari splitter 1:2)  
 
Hasil Pembelajaran  
 
Dari praktik perancangan jaringan FTTH ini, saya memahami bahwa splitter merupakan komponen pasif yang berfungsi membagi daya optik dan setiap rasio pembagian memiliki nilai redaman yang berbeda. Semakin besar rasio splitter, maka semakin besar redamannya, sehingga harus dihitung dengan teliti.
 
Kesimpulan 
 
Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perancangan jaringan FTTH harus memperhatikan pemilihan SFP dan splitter ratio agar total redaman tetap berada dalam range standar (-13 dB sampai -24 dB). Setiap pembagian menggunakan splitter akan menurunkan daya optik, sehingga perhitungan harus dilakukan dengan teliti.

Kombinasi SFP +5 dBm dengan splitter 1:4 dan 1:2 yang digunakan dalam desain ini menghasilkan nilai redaman pelanggan sebesar -15 dBm dan -19 dBm, yang masih sesuai standar. Dengan demikian, desain jaringan yang dibuat sudah memenuhi ketentuan jumlah ODP dan layak digunakan.