Latar Belakang
Artikel ini disusun sebagai bentuk ketertarikan penulis dalam memahami bagaimana sistem Linux mengatur hak akses terhadap file dan direktori. Penulis mengambil topik permission file dan direktori karena dalam penggunaan sistem operasi Linux, tidak semua pengguna diperbolehkan mengakses, mengubah, atau mengeksekusi file secara bebas. Setiap file dan direktori memiliki aturan tertentu agar sistem tetap aman dan terorganisir.
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran permission file dan direktori dalam menjaga keamanan serta kestabilan sistem Linux. Pemahaman mengenai permission sangat penting karena berkaitan langsung dengan manajemen user dan group, perlindungan data, serta pencegahan kesalahan akses yang dapat merugikan sistem. Dengan memahami konsep permission file dan direktori, diharapkan pembaca mampu mengelola hak akses dengan tepat dan menerapkannya dalam praktik penggunaan Linux sehari-hari.
Daftar Tools yang digunakan
Perangkat Lunak : Sistem Operasi Linux Debian
Perangkat Keras : Laptop
B. Pengertian Permission di Linux
Permission itu menentukan siapa yang dapat membaca, menulis, atau mengeksekusi suatu file atau direktori, sementara ownership mengidentifikasi pemilik file atau direktori tersebut. Dengan memahami konsep ini, pengguna dapat mengontrol akses terhadap data dan memastikan keamanan sistem tetap terjaga. Linux itu membagi pengguna nya menjadi 3 kelompok, yaitu ;
1. Owner (Pemilik) Pemilik file biasanya adalah user yang membuat file tersebut.2. Group (kelompok) Setiap file dapat dikaitkan dengan grup tertentu. Semua anggota grup ini dapat memiliki izin akses sesuai yang ditentukan.
3. Others (Lainnya) Ini adalah semua user lain di sistem yang bukan pemilik atau bagian dari grup terkait.
Jenis-Jenis Izin File di Linux
Setiap kelompok di Linux bisa memiliki 3 jenis izin, yaitu diantaranya ;
1. Read (r)
Jenis ini berarti pengguna memiliki izin membaca isi file atau melihat isi direktori.
2. Write (w)
Jenis ini berarti pengguna memiliki izin untuk mengubah isi file atau menambahkan file ke dalam direktori
3. Execute (x)
Jenis ini berarti pengguna memiliki izin untuk dapat menjalankan file sebagai program atau script.
Mengubah File Permission dengan chmod
Perintah chmod ini digunakan untuk mengubah izin file. Ada dua cara untuk menggunakan perintah ini, yaitu, notasi simbolik dan notasi angka.
1. Notasi Simbolik
Formatnya : chmod [siapa] [operator] [izin] nama_file
- Siapa:
- u : Owner (pemilik)
- g : Group (kelompok)
- o : Others (lainnya)
- Operator:
- + : Menambahkan izin
- - : Menghapus izin
- = : Menentukan izin secara spesifik
Contohnya :
- chmod u+x script.sh : Menambahkan izin eksekusi untuk pemilik.
- chmod g-w file.txt : Menghapus izin tulis untuk grup.
- chmod 0=r file.txt : Memberikan izin baca saja untuk lainnya.
Pengertian CHMOD
CHMOD adalah singkatan dari CHange MODe, atau terjemahan bebasnya adalah merubah mode. Mode disini adalah mode akses dari suatu file atau direktori di sistem operasi Linux.
2. Notasi Angka
- Read (r) : 4
- Write (w) : 2
- Execute (x) : 1
Kombinasinya :
- 7 = r+w+x (4+2+1)
- 6 = r+w (4+2)
- 5 = r+x (4+1)
- 4 = r
- 3 = w+x (2+1)
- 2 = w
- 1 = x
- 0 = Tidak ada izin
Nah, ini formatnya: chmod [angka-izin] nama_file
Contohnya:
- chown user1 file.txt : Mengubah pemilik file menjadi user1.
- chown user1:group1 file.txt : Mengubah pemilik menjadi user1 dan grup menjadi group1
Pengertian CHOWN
Chown adalah sebuah perintah dalam sistem Linux yang bisa digunakan oleh administrator untuk mengubah permission dan kepemilikan file dan direktori dalam sistem file Linux. Adanya Chown Linux akan membantu memudahkan pengelolaan file dan direktori.
C. Praktik yang dijalankan
1. Membuat User baru
2. Membuat file dan directory
Nah,
touch adalah perintah di Linux yang digunakan untuk membuat file kosong atau mengubah waktu (timestamp) pada file. Praktik ini bertujuan menyiapkan file dan direktori yang akan diatur permissionnya. 3. Melihat Permission Awal
Digunakan untuk melihat permission default file laporan.txt dan mengetahui hak akses owner, group, dan others.
4. Mengubah Permission File (chmod simbolik)
Memberikan hak eksekusi kepada pemilik file (owner).
5. Mengatur Permission Direktori
Artinya : Owner bisa mengakses, menambah, dan mengakses file.
Group dan Others hanya bisa mengakses dan melihat isi direktori.
6. Mengubah Owner (sebelumnya Yua)
Praktik ini menunjukan pengelolaan kepemilikan file agar sesuai dengan user tertentu.
7. Uji Akses dengan User Berbeda
Saya mengetikkan command su mia untuk bisa mengakses
Ini hasilnya, di chmod 600 data_tkj/laporan.txt itu tidak ada output artinya berhasil.
D. Hasil Pembelajaran
Melalui praktik pengelolaan permission file dan direktori di Linux Debian, saya memahami pentingnya pengaturan hak akses dalam menjaga keamanan dan keteraturan sistem. Saya juga mampu menerapkan perintah dasar seperti
ls, chmod, chown, dan chgrp untuk mengelola file sesuai dengan kebutuhan user dan group.Kendala yang saya hadapi selama praktik adalah file yang dibuat masih dimiliki oleh user root. Ini membuat user biasa tidak dapat mengakses atau mengubah file tersebut. Solusi yang saya lakukan adalah mengganti kepemilikan file dan direktori menggunakan perintah chown agar sesuai dengan user yang mengelola file. Selain itu, kendala penulisan nama file yang mengandung spasi menyebabkan perintah tidak dapat dijalankan dengan benar. Solusi yang diterapkan adalah menggunakan tanda petik atau mengganti nama file agar lebih sesuai dengan standar penamaan di Linux.
F. Kesimpulan
Permission file dan direktori pada Linux berfungsi untuk mengatur hak akses pengguna terhadap sistem, sehingga keamanan dan keteraturan data dapat terjaga. Setiap file dan direktori memiliki tiga jenis izin utama, yaitu read, write, dan execute, yang diterapkan pada tiga kategori pengguna: owner, group, dan others. Pengaturan permission dapat dilakukan menggunakan perintah seperti
chmod untuk mengubah hak akses dan chown untuk mengubah kepemilikan file atau grup. Dengan memahami dan menerapkan permission secara tepat, administrator maupun pengguna dapat mencegah akses tidak sah, mengurangi risiko kesalahan, serta menjaga stabilitas dan keamanan sistem Linux.G. Daftar Pustaka
xsand. (2025, April 18). Perintah touch di Linux terminal dan contoh penggunaan. Linuxid. https://www.linuxid.net/post/perintah-touch-di-linux-terminal-dan-contoh-penggunaan/
Patria, R. (2023, 25 September). Chown command Linux: Apa itu dan bagaimana cara menggunakannya dengan mudah?. DomaiNesia. https://www.domainesia.com/berita/chown-command/
Hanif, L. (2022, October 13). CHMOD: Pengertian, fungsi hingga perintahnya. Rumahweb. https://www.rumahweb.com/journal/chmod-adalah/
Zaidan. (2025, September 30). File permission di Linux. Zaidan’s Blog. https://zaidan.web.id/2025/09/30/file-permission-di-linux-2/
Faris, N. (2024, September 23). File Permission Linux: Panduan lengkap dari 000 hingga 777. CloudAja. https://www.cloudaja.id/artikel/file-permission-linux/
Jetorbit. (2024, Februari 26). Mengenal file permission pada Linux serta contoh penerapannya. Jetorbit. https://www.jetorbit.com/panduan/mengenal-file-permission-pada-linux-serta-contoh-penerapannya/
.png)



